Minggu, 11 Agustus 2013

Motivation

IBU

Artikel ini sungguh sangat menyentuh bagi saya. bagaimana tidak ibu kita yang mungkin dulu atau saat ini sungguh hebat, membiayai kuliah kita, memasak makanan lezat untuk kita, memperhatikan kita, dan masih banyak lagi yang lain. perlahan mulai tak berdaya dimakan usia. namun dari segi itu hanya sederhana sebenarnya membahagiakan dia hanya dengan cukup tidak meninggalkannya. coba bandingkan saat dulu mereka membahagiakan kita dengan cara yang terbilang sulit seperti membelikan sesuatu ke kita dan lainnya. tapi yang saya percaya adalah tidak ada satu orangpun di dunia yang memiliki perhatian, ketulusan dan rasa mau berkorban melebihi seorang ibu….

DISAAT DAKU TUA NANTI PAHAMILAH DAKU ANAKKU

Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu.
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku.

Disaat daku menumpahkan kuah sayuran dibajuku,
Disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu,
Ingatlah saat-saat bagaimana daku mengajarkan, membimbingmu untuk melakukannya.

Disaat saya dengan pikunnya mengulang terus-menerus ucapan yang membosankanmu,
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku,
Dimasa kecilmu, daku mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

Disaat saya membutuhkanmu untuk memandikanku,
Janganlah menyalahkanku,
Ingatlah masa kecilmu, bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?

Disaat saya kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,
Janganlah menertawaiku.
Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab setiap “mengapa” yang engkau ajukan saat itu.

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku.
Bagaikan dimasa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan.

Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.
Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku, daku telah bahagia.

Disaat engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih.
Maklumilah diriku, dukunglah daku, bagaikan daku terhadapmu disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan

Ibu hanya ingin melihatmu selalu menyayangiku, seperti Ibu selalu menyayangimu sedari kecil hingga saat ajal menjemput Ibu….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar